Dalam kesempatan tersebut Ustadzah Indah Haryani, S.Pd.Gr. selaku Kepala Sekolah menyampaikan paparan profil SD MUAF Patuk mulai dari saat pertama kali berdiri tahun 2020 sampai saat ini dengan jumlah siswa 223 dengan 10 rombel serta jumlah guru dan karyawan 21 orang dengan jumlah kelas yang masih terbatas, sehingga belum bisa menampung semua siswa dikampus utama, dan sebagian masih menumpang di tempat yang lain, meskipun begitu prestasi siswa dan guru tidak sangat luar biasa dengan ditandandai banyaknya prestasi yang diraih, harapannya dengan kunjungan wakif dalam hal ini bapak H. Sholeh Soe'aidy, SH bisa ikut memberikan kontribusi pembangunan kelas yang ada.
Laman
- Beranda
- Struktur Organisasi
- Pimpinan Cabang
- Program Kerja PCM
- 1. Pimpinan Ranting Beji
- 2. Pimpinan Ranting Bunder
- 3. Pimpinan Ranting Nglanggeran
- 4. Pimpinan Ranting Nglegi
- 5. Pimpinan Ranting Ngoro-oro
- 6. Pimpinan Ranting Patuk
- 7. Pimpinan Ranting Pengkok
- 8. Pimpinan Ranting Putat
- 9. Pimpinan Ranting Salam
- 10. Pimpinan Ranting Semoyo
- 11. Pimpinan Ranting Terbah
- Bidang dan Majelis
- Bidang Tarjih dan Tajdid
- Bidang Tabligh
- Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah
- Bidang Pendidikan Kader
- Bidang Pembinaan Kesehatan Umum
- Bidang Pelayanan Sosial
- Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat
- Bidang Wakaf dan Kehartabendaan
- Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia
- Bidang Lingkungan Hidup
- Bidang Pustaka dan Informasi
- Bidang Pembinaan Ranting dan Jamaah
- Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik
- Bidang Seni, Budaya, dan Olahraga
- Bidang Pembinaan Haji dan Umrah
- Gerak dan Landasan
- Data PCM
- Penghargaan
- Gallery dan Sosmed
- Arsip
- Kontak Kami
Kunjungan H. Sholeh Soe'aidy, SH anggota DPR RI periode 2009-2014 ke SD MUAF Patuk Gunungkidul
Muhasabah 2025: Menatap Masa Depan Indonesia Berkeadaban
KUA Patuk Gelar Ikrar Wakaf Warga Ngoro-oro Patuk
Hadir Kepala KUA Patuk H. Wahyu Endardi S.Sos.I selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Patuk Khoiri S.Pd M.Pd., Divisi Wakaf PCM Patuk Sugit, saksi Tukimin dan Jumari, wakif (orang yang wakaf) Paijan serta keluarganya. Ikrar wakaf ini dilaksanakan di ruang balai nikah KUA Patuk. Jum’at (27/12/2024).
Dalam sambutannya, Kepala KUA Patuk Wahyu Endardi menyampaikan rasa terima kasih kepada wakif yang telah mewakafkan sebidang tanah pribadinya agar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Selain itu, Wahyu juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada segenap pengurus PCM, khususnya bidang wakaf yang telah gencar sosialisasi pencatatan wakaf tanah di wilayah KUA Patuk. "Semoga gerak kita dibidang perwakafan menjadi amal jariyah kita serta bisa menyukseskan dan mendukung program Gunungkidul sebagai Kota Wakaf," katanya.
Refleksi Akhir Tahun 2024, Muhammadiyah Soroti Lima Hal
Pertemuan Lintas Ranting di Nglegi Patuk
Setiap Guru Muhammadiyah Harus Jadi Guru Petarung Seperti KH Ahmad Dahlan
“Guru Muhammadiyah itu harus menjadi guru petarung, KH Ahmad Dahlan itu guru petarung, pendahulu-pendahulu Muhammadiyah mendidik untuk jadi (mental) petarung, jadi bukan cengeng, bukan guru yang lembek, guru yang plonga-plongo lolah-lolo, tapi harus unggul dan jadi petarung,” tegasnya.
Dalam pelantikan pengurus FGM Pusat periode 2023-2027 di Graha As Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Selasa (9/5), Fahri lalu menjelaskan arti frasa ‘petarung’ sebagai susunan makna akronim.
Petarung, dalam arti positif adalah Penuh mimpi, berjiwa Entrepreuneur, Tangguh, Amanah, Responsif, Unggul.
“P-nya itu penuh mimpi dan inovasi. Sekolah Muhammadiyah kalau gurunya tidak punya mimpi besar dan tidak punya inovasi besar, maka selamanya sekolah itu adalah sekolah la yamutu wa la yahya, tidak bermutu dan tidak ada biaya,” jelasnya.
Hamemayu Hayuning Bawana
Pahlawan Nasional Berasal dari Muhammadiyah
Hingga tahun 2023, Indonesia memiliki 206 pahlawan nasional dengan rincian 190 pahlawan berjenis kelamin laki-laki dan 16 pahlawan perempuan. Dari jumlah tersebut, 23 orang di antaranya berasal dari Persyarikatan Muhammadiyah.
Dengan proporsi 11% dari 206 Pahlawan Nasional, kiprah yang diberikan kader-kader Muhammadiyah merentang dari beragam latar belakang; ulama, cendekiawan, politisi, hingga militer yang banyak mengambil peran kunci pada situasi genting seperti saat persiapan kemerdekaan, proklamasi, agresi militer, hingga pasca kemerdekaan. 23 nama tersebut antara lain:
13. Teuku H Muhammad Hasan
Mantan Mendikbud RI dalam Kabinet Darurat 1948-1949 ini adalah Konsul pertama Muhammadiyah di Kutaraja Aceh, 1927. Pernah menjadi wakil ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Beliau mendapatkan gelar Pahlawan Nasional melalui Keppres No.085/TK/2006.
Pesan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul Pada Upacara Peringatan Milad ke 112
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gunungkidul
menyelenggarakan upacara peringatan Milad Muhammadiyah ke 112 yang
dilaksanakan pada Hari Senin, 18 November 2024 bertempat di halaman
Masjid Agung Al Ikhlas Wonosari, Gunungkidul. Dalam amanatnya, Ketua PDM Gunungkidul berpesan bahwa lebih dari satu
abad perjalanan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam, memiliki peran
yang sangat besar pada pembangunan umat, bangsa dan negara Indonesia.Muhammadiyah yang lahir pada 18 November 1912 dan dipelopori oleh beliau KH Ahmad Dahlan yang menanamkan dasar-dasar perjuangan berlandaskan Al Qur’an dan Hadist, serta tekad untuk memperbaharui kehidupan umat Islam dalam segala aspek.
Pertemuan Lintas Cabang di Patuk, PDM Gunungkidul Sosialisasikan Program KTAMisasi

pdmgk.org; Pertemuan Lintas Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Gunungkidul di selenggarakan pada Ahad, 17 November 2024 di PCM Patuk Tepatnya di SMK Muhammadiyah 1 Patuk dihadiri oleh 18 Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Gunungkidul. Pertemuan ini rutin di laksanakan setiap 2 (dua) bulan sekali secara bergilir antar PCM yang di laksanakan bersama antara Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Peringatan Milad 112 Muhammadiyah, Hadirkan Kemakmuran untuk Semua
Oleh: Khofifah Indar Parawansa
Alhamdulillah kita panjatkan syukur kehadirat Allah SWT atas karunia dan rahmat-Nya sehingga kita bisa hidup bekerjasama, berkolaborasi dan ikut menyaksikan kemajuan dan keberhasilan Ormas Islam Muhammadiyah yang hari ini memperingati miladnya yang ke-112. Sebuah usia matang yang telah melewati dinamika lebih dari satu abad.
Ijinkan dalam kesempatan ini saya ingin mengajak kita semua untuk bersyukur ke hadlirat Allah SWT atas milad Muhammadiyah yang ke-112 tahun. Tidak dapat dipungkiri bahwa ormas Islam tertua di Indonesia ini telah berkontribusi secara sangat signifikan bagi pembangunan bangsa dan ummat.
Milad Muhammadiyah yang ke-112
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir angkat bicara soal program makan bergizi gratis yang dicanangkan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program ini harus dikaitkan dengan program-program lain khususnya untuk pemberdayaan ekonomi.
Haedar mengaku Muhammadiyah terbuka untuk menjalin kerja sama terkait program ini. Pasalnya, Muhammdiyah sudah menerapkan program makan bergizi gratis di lingkungannya.
"Muhammadiyah tidak akan mengganggu program pemerintah, bila perlu kerja sama. Dan kita bisa juga program mandiri tapi bersama," jelas Haedar kepada wartawan di Kantor PP Muhammadiyah, Kota Jogja, Senin (18/11/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga:
Muhammadiyah: Seruan Paus Bisa Jadi Rujukan Punishment Genosida Israel di Gaza
"Untuk program makan siang gratis dan bergizi, Muhammadiyah sudah mulai program itu lewat kerja sama lintas Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Majelis PKU, termasuk rumah sakit-rumah sakit. Tinggal klik saja Muhammadiyah itu, program itu" sambungnya.
Haedar berpendapat, program makan bergizi gratis ini harus ditarik ke program-program lain yang sejalan. Seperti contoh membangun kesehatan anak-anak Indonesia.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, dipaparkan Haedar dalam rilis dunia, tingkat IQ orang Indonesia berkisar 78,59. Menurutnya angka tersebut menempatkan Indonesia dalam posisinya rendah atau peringkat 113, berdekatan dengan Papua Nugini dan Timor Leste.
"Mayoritas anak Indonesia masih lemah gizinya," jelas Haedar.
"Harus kita kaitkan juga dengan program-program pemberdayaan ekonomi keluarga dan ekonomi UMKM," lanjutnya.
Haedar pun mengaku sudah berdiskusi dengan Prabawo sebelumnya, ia menyampaikan bahwa program pemberdayaan UMKM sekarang ini tidak cukup dengan program apa adanya seperti saat ini.
"Harus ada kebijakan progresif afirmatif agar dia naik kelas. Dan itu yang akan makmur mayoritas rakyat," pungkas Haedar.
Baca artikel detikjogja, "Muhammadiyah soal Makan Bergizi Gratis: Kaitkan dengan UMKM" selengkapnya https://www.detik.com/jogja/berita/d-7644922/muhammadiyah-soal-makan-bergizi-gratis-kaitkan-dengan-umkm.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/













